PKKMB UNBI 2026 RESMI DIMULAI, MAHASISWA BARU DIAJAK BERAKAR PADA BUDAYA DAN BERTUMBUH MENUJU ASA

31 Agustus 2026
PKKMB UNBI 2026 RESMI DIMULAI, MAHASISWA BARU DIAJAK BERAKAR PADA BUDAYA DAN BERTUMBUH MENUJU ASA

DENPASAR, 24 Agustus 2026 Universitas Bali Internasional (UNBI) resmi membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 pada Senin (24/8/2026). Mengusung tema “Akarsa: Berakar pada Budaya, Bertumbuh Menuju Asa,” kegiatan hari pertama menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus memahami pentingnya karakter, budaya, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula UNBI dan sejumlah ruangan kampus ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, jajaran pimpinan Universitas Bali Internasional, para dekan, serta civitas akademika. Sebanyak 331 mahasiswa mengikuti rangkaian PKKMB, yang terdiri atas 307 mahasiswa baru dan 24 mahasiswa dari tahun sebelumnya.

Rangkaian pembukaan diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Hymne Universitas Bali Internasional. Selanjutnya, Ketua Panitia PKKMB UNBI 2026, Katong Ragawi Numadi, S.Hub.Int., M.Hub.Int., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus menjelaskan makna tema yang diangkat tahun ini. Menurutnya, tema Akarsa dipilih sebagai pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Di tengah perkembangan zaman dan modernisme, mahasiswa juga perlu memiliki etika, karakter, serta tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Deputi Wakil Rektor II, Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati, S.Si., M.Kes., MH., CMC, yang menyambut kedatangan mahasiswa baru dan mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian PKKMB dengan baik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA, menekankan pentingnya sikap sopan dan jujur sebagai bagian dari nilai yang perlu diterapkan mahasiswa. Nilai tersebut juga sejalan dengan semangat PKKMB UNBI 2026 yang menempatkan budaya dan karakter sebagai bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa.

Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM), secara resmi membuka kegiatan PKKMB UNBI 2026. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kehidupan di perguruan tinggi memiliki perbedaan dengan kehidupan saat masih berada di bangku SMA maupun SMK. Mahasiswa tidak lagi hanya menerima arahan secara langsung sebagaimana siswa di sekolah. Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuatnya.

Setelah pembukaan resmi, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Ketua Yayasan dan Rektor UNBI. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penayangan video sambutan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Diktisaintek.

Mengenal UNBI Lebih Dekat

Memasuki sesi pemaparan materi, mahasiswa baru mengikuti Talkshow berjudul “UNBI-KU, UNBI-MU, UNBI-KITA” yang dimoderatori oleh I Made Luhur Adiputra, S.M., M.M. bersama narasumber Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA.

Dalam sesi ini, mahasiswa diajak mengenal perjalanan dan perkembangan Universitas Bali Internasional. Disampaikan bahwa institusi yang sebelumnya bergerak di bidang kesehatan kini telah berkembang menjadi universitas dengan 17 program studi. Dalam proses perkembangannya, UNBI terus berupaya memberikan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, dan pegawai. Nilai kekeluargaan, kebersamaan, kejujuran, dan kerja keras menjadi beberapa nilai yang dipegang dalam membangun dan mengembangkan UNBI.

Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi UNBI dalam persaingan dengan perguruan tinggi lain hingga rencana pengembangan program studi ke depan, termasuk peluang pembukaan program magister.

Menjadi Mahasiswa yang Profesional, Unggul, dan Berbudaya

Talkshow berikutnya mengangkat tema “Ke-UNBI-an, Profesional, Unggul, dan Berbudaya.” Sesi ini menghadirkan Rektor UNBI Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM), Wakil Rektor I Prof. Dr. I Komang Gde Bendesa, M.A.D.E, serta Wakil Rektor II dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA.

Pembahasan dalam sesi ini menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada nilai akademik. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan hard skill, soft skill, character skill, serta etika sebagai bekal menghadapi kehidupan di kampus dan dunia kerja. Selain itu, menjadi perguruan tinggi yang unggul juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, dan kemajuan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang mampu bertahan dan berkembang.

Dari sisi budaya, mahasiswa juga diajak memahami bahwa budaya tidak hanya terlihat melalui simbol atau kebiasaan yang tampak. Di dalamnya terdapat nilai dan norma yang menjadi dasar dalam kehidupan. Karena itu, mahasiswa perlu mampu menghargai keberagaman serta menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beragam.

Mahasiswa dan Semangat Berbudaya

Semangat membangun karakter kembali menjadi pembahasan dalam Talkshow ketiga berjudul “Mahasiswa Semangat Berbudaya.” Sesi ini menghadirkan Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati, S.Si., M.Kes., MH., CMC dan dimoderatori oleh Komang Ayu Tri Paramitha, S.Pd., M.I.Kom, C.PS.

Mahasiswa diperkenalkan pada nilai Salam SEROJA, yang terdiri atas santun, edukatif, responsif, optimis, jujur, dan adaptif. Nilai tersebut menjadi salah satu gambaran karakter yang perlu dikembangkan mahasiswa selama menjalani kehidupan di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi. Pengembangan karakter dan soft skill juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan.

Tiga nilai yang turut ditekankan dalam sesi tersebut adalah cultural identity, cultural innovation, dan cultural respect. Mahasiswa didorong untuk memahami identitas budayanya, mampu melakukan inovasi, sekaligus tetap menghormati budaya dan keberagaman di sekitarnya.

Belajar Menjadi Mahasiswa Seutuhnya dari Alumni

Perspektif mahasiswa dan alumni menjadi pembahasan dalam Talkshow berikutnya yang mengangkat jargon “Mahasiswa Berkarya, Generasi Berbudaya.” Sesi ini menghadirkan alumni UNBI, Anak Agung Mas Prami Iswari, S.Psi., dan dipandu oleh Anak Agung Dewi Trisnawati.

Melalui pengalamannya, alumni berbagi cerita mengenai perjalanan kehidupan kampus, mulai dari mengikuti PKKMB hingga aktif dalam organisasi. Menurutnya, IPK memang memiliki peranan penting, tetapi pengalaman organisasi dan pengembangan soft skill juga memberikan bekal yang dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

Pengalaman berorganisasi juga menjadi sarana untuk belajar mengatur waktu dan menentukan prioritas. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah matriks Do, Decide, Delegate, dan Delete dalam menentukan kegiatan yang perlu dikerjakan dan diprioritaskan.

Mahasiswa juga diingatkan mengenai perannya sebagai mahasiswa seutuhnya, termasuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memiliki kemampuan menghadapi tantangan, serta menjaga moralitas dalam menjalankan perannya di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Ketika Tradisi Bertemu Inovasi

Pada sesi berikutnya, PKKMB UNBI 2026 menghadirkan Talkshow berjudul “Dari Tradisi Menjadi Inspirasi: Ketika Budaya Bertemu Inovasi.” Sesi ini membahas pelestarian seni, nilai adat, serta inovasi budaya Bali di tengah perkembangan teknologi dan era digital.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Ida Bagus Eka Haristha selaku pendiri Naluri Manca, I B Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si., serta I Nyoman Resa Angga Nurbawa. Dalam pembahasannya, para narasumber mengajak mahasiswa melihat budaya sebagai sesuatu yang tidak harus berhenti pada bentuk tradisionalnya. Budaya dapat terus berkembang dan berinovasi tanpa kehilangan nilai dasar yang menjadi identitasnya.

Perkembangan teknologi dan media digital juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi budaya kepada generasi yang lebih luas. Namun, inovasi tersebut tetap perlu disertai pemahaman terhadap nilai, makna, dan kesakralan yang melekat dalam budaya. Sesi ini juga membahas berbagai persoalan yang muncul di tengah modernisasi, termasuk komersialisasi budaya dan penggunaan bahan yang lebih praktis dalam kegiatan adat. Para narasumber menekankan bahwa dampak modernisasi dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada fokus dan pola pikir masyarakat dalam menyikapinya.

Ditutup dengan Yel-Yel Penuh Semangat

Setelah rangkaian Talkshow berakhir, mahasiswa baru kembali ke lapangan untuk mengikuti kegiatan kelompok. Suasana PKKMB kembali dipenuhi semangat ketika setiap kelompok menampilkan yel-yel secara bergantian. Penampilan tersebut menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan kekompakan dan kreativitas bersama kelompok masing-masing. Hari pertama PKKMB kemudian ditutup dengan Jingle Pelita Muda UNBI yang diikuti bersama-sama.

Melalui rangkaian kegiatan hari pertama, PKKMB UNBI 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami identitas UNBI, membangun kemandirian, mengembangkan karakter, serta tetap berakar pada budaya di tengah perkembangan zaman.

Semangat tersebut selaras dengan tema “Akarsa: Berakar pada Budaya, Bertumbuh Menuju Asa,” yang menjadi pijakan mahasiswa baru untuk memulai perjalanan mereka di Universitas Bali Internasional.

WhatsApp Tanya Admin