ADBISPRENEUR 2026 HADIRKAN SEMINAR LITERASI KEUANGAN DAN INVESTASI BAGI PESERTA
DENPASAR – Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Bali Internasional (UNBI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Adbispreneur 2026 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Seminar Literasi Keuangan dan Investasi serta pengumuman juara Business Plan Competition Tahun 2026.
Seminar Literasi Keuangan dan Investasi menjadi salah satu rangkaian utama dalam Adbispreneur 2026. Kegiatan tersebut didukung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai upaya memberikan pemahaman kepada peserta mengenai investasi, pasar modal, serta berbagai instrumen keuangan.
Kegiatan dipandu oleh Dewa Ayu selaku pembawa acara dan dihadiri oleh jajaran Fakultas Bisnis, Sosial, Teknologi, dan Humaniora (FBSTH) UNBI. Acara dibuka oleh Dekan FBSTH UNBI, Ni Made Sintya Noviana Utami, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang dalam sambutannya menjelaskan perjalanan awal terbentuknya UNBI, perkembangan program studi, serta pentingnya kegiatan literasi keuangan bagi peserta.
Koordinator Program Studi Administrasi Bisnis UNBI, Dewa Gde Yoga Permana, S.E., M.M, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, ia memberikan sertifikat kepada para juri yang terlibat dalam rangkaian kegiatan Adbispreneur 2026, yaitu Ibu Triwerti, Ibu Gita Apsari, dan Bapak Komang.
Memasuki acara inti, peserta mengikuti sesi penyampaian materi dan diskusi yang dimoderatori oleh Ibu Gita Apsari. Dua narasumber hadir untuk membahas investasi dan pasar modal dari perspektif yang berbeda, yaitu I Gusti Agus Andiyasa, S.E., M.M., CFP, CIB, CSA dan A.A. Sagung Istri Pradnya Paramitha, S.E.
Bapak Agus Andiyasa membuka sesi materi dengan menekankan bahwa investasi tidak selalu berkaitan dengan uang. Menurutnya, pendidikan dan pengembangan diri juga merupakan bentuk investasi bagi masa depan. Ia kemudian menjelaskan dua bentuk investasi secara umum, yaitu investasi langsung dan investasi tidak langsung. Investasi langsung dapat dilakukan dengan membangun atau menjalankan usaha, sedangkan investasi tidak langsung dapat dilakukan melalui berbagai instrumen investasi, termasuk pasar modal.
Dalam pemaparannya mengenai investasi di pasar modal Indonesia, Bapak Agus Andiyasa menjelaskan fungsi pasar modal sebagai sarana yang mempertemukan perusahaan yang membutuhkan modal dengan masyarakat yang ingin melakukan investasi. “Investasi selalu berkorelasi dengan waktu, semakin lama semakin baik. Jangan pernah menunda,” ujar Bapak Agus.
Materi berikutnya disampaikan oleh A.A. Sagung Istri Pradnya Paramitha, S.E. selaku perwakilan dari PT Phillip Sekuritas Indonesia. Melalui materi berjudul Saatnya Uang yang Bekerja, Ibu Pradnya mengajak peserta memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga instrumen investasi di pasar modal. Ia menjelaskan bahwa berbagai peristiwa dan informasi, baik yang bersifat positif maupun negatif, dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi pasar. “Ketika kita memasuki lingkungan saham, maka semua berita mau baik atau buruk akan terpengaruh ke harga saham,” ujar Ibu Pradnya.
Selain membahas pengaruh kondisi ekonomi terhadap pasar, Ibu Pradnya juga menekankan pentingnya mengenali profil risiko sebelum menentukan instrumen investasi. Profil risiko tersebut secara umum dapat dibedakan menjadi konservatif, moderat, dan agresif.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah instrumen investasi, seperti reksa dana, obligasi, dan saham. Ibu Pradnya menjelaskan beberapa jenis reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Ia juga membahas obligasi sebagai surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, serta mengenalkan konsep saham, dividen, dan investasi sebagai salah satu sumber passive income.
Setelah dua sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan, dengan tiga peserta berkesempatan menjadi penanya.
Kegiatan Adbispreneur tahun ini menyelenggarakan Seminar Literasi Keuangan dan Investasi yang dikaitkan dengan Business Plan Competition. Sebanyak 30 tim tercatat mendaftar dalam kompetisi tersebut dan delapan tim berhasil melalui tahap seleksi untuk memasuki babak final. Meskipun demikian, kegiatan tidak hanya diarahkan pada penyusunan gagasan bisnis, tetapi juga mendorong peserta untuk berani memulai dan mengembangkan ide dari langkah-langkah sederhana.
Melalui rangkaian kegiatan Adbispreneur 2026, Program Studi Administrasi Bisnis UNBI tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi bagi peserta untuk mengembangkan gagasan bisnis, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi dalam mendukung pengambilan keputusan finansial.
LAINNYA DARI UNBI
Menyiapkan Dokter untuk Bali: Langkah UNBI Menuju Pendidikan Kedokteran dengan Kekhasan HIV/AIDS
Seminar Nasional UNBI Gencarkan Strategi Kolaboratif Bersama BPJS Kesehatan demi Layanan Berkualitas