UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
INTELLIGENCE TO BE ADVANCE
Alamat : Jl. Seroja, Gang Jeruk, Kelurahan Tonja Denpasar Utara, Bali 80239
Telp : (0361) 4747770 | 081238978886 | 085924124866
Email : iik.medali[at]gmail.com
INSTITUT ILMU KESEHATAN
MEDIKA PERSADA BALI
INTELLIGENCE TO BE ADVANCE
Wisuda Ketiga, Alumni UNBI Tiru Gaya Arjuna Wiwaha Berani Tempur di Segala Medan
  1 November 2021 - Dibaca 45 kali
  Oleh Administrator

Badung (Atnews) - Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII,  Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si mengharapkan, alumni Universitas Bali Internasional (UNBI) sudah memiliki pengetahuan menjadi tunas-tunas bangsa yang siap maju, mandiri dan unggul.

"Karena apa yang diperoleh selama ini, sudah diberikan kekuatan yang luar biasa termasuk kompetensis, sehingga tidak ada alasan  mereka itu sampai menganggur karena tidak dapat pekerjaan," kata Prof Dasi Astawa di Badung, Sabtu (30/10).

Hal disampaikan ketika Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-3 UNBI di Nusa Dua Bali yang dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp. PD -  KHOM.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada para wisudawan,  ciptakan lapangan pekerjaan, tidak boleh menjadi anak muda yang cengeng. Demikian penegasannya ketika berbincang-bincang dengan awak media.

Lebih jauh Prof. Dasi Astawa menekankan, para wisudawan harus meniru gaya-gaya Arjuna Wiwaha, untuk berani bertempur di segala Medan, karena para alumni Unbi ini, mereka dinilai sudah mencukupi senjata dan perlengkapan, sehingga mereka mendapatkan ijazah.

"Artinya, mereka harus berani berhadapan dengan berbagai tantangan. Berani memulai, jangan gengsi, saya yakin mereka sukses", tegasnya. 

Menanggapi pertanyaan Atnews, soal tantangan berat yang kemungkinan dihadapi ke depan menurutnya, paling hanya persoalan mental saja; karena di alam sekarang (di era kemajuan seperti sekarang ini-red) sudah sungguh luar biasa, kalau mental sudah strong pasti bisa, katanya meyakinkan. 

"Hanya tantangan mental laaah....intinya: berani memulai, berani bertanggung-jawab, tidak gengsi, berani menanggung resiko, pasti berhasil", ungkapnya wanti-wanti. 

 

Ia juga memberikan trik-trik/ kiat-kiat dalam berkiprah, yakni: pelajari talenta apa yang ada dalam diri kita, lalu pelajari hoby apa sesungguhnya yang kita miliki,  lalu kemudian pelajari, ada apa di lingkungan kita. Dari talenta bis berbisnis, dari hoby juga bisa berbisnis, lalu kemudian dari lingkungan yang ada juga bisa bikin bisnis, seperti yang ia contohkan, di lingkungan kita ada banyak pohon kelapa, kita bikin saur, bikin minyak tanusan (klentik-red), disana ada roroban, bisa pelihara sapi, babi, dan sebagainya. 

Ditegaskannya, mereka (para alumni UNBI-red) harus berani berbuat, berani memulai dan jangan takut, karena ketakutan awal dari kegagalan. Tidak malas, maju, pasti sukses, pungkasnya. 

Sementara itu, Rektor UNBI Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp. PD- KHOM, dalam sambutannya dihadapan 212 orang wisudawan mengharapkan, mereka harus menjadi sarjana yg sujana dan mampu menjadi pelita dalam keluarga. "Jadilah kebanggaan orang tua", ujarnya. 

Rektor juga meminta agar jangan melupakan almanater. Sebagai alumni  diharapkan dapat memberi sumbangsih kepada almamater, dengan bekerja sebaik mungkin di masyarakat. 

"Prestasi saudara adalah prestasi UNBI. Nama baik saudara, adalah nama baik UNBI", ujarnya.  Kalau ada hal-hal yg baik, sampaikan kepada masyarakat. 

Namun jika masih ada sesuatu yang dinilai kurang dan perlu diperbaiki, berikan masukan kepada almamater dalam upaya penyempurnaan lebih lanjut, ucapnya.

Ia juga menyampaikan, apa yang didapat di Perguruan Tinggi hanya sebagai modal awal, belajarlah terus, karena perkembangan ilmu pengetahuan itu sangat cepat sehingga harus belajar sepanjang hayat. Sebagai insan Indonesia apalagi sarjana, kata rektor, berkewajiban menjadi penggerak yang pertama dan menjadi sarjana yg berguna bagi bangsa dan negara.  

Menjawab pertanyaan wartawan, pihaknya juga baru saja melakukan evaluasi mayor terhadap semua kurikulum program studi yang ada di UNBI, karena dari ketentuan Dikti, setelah lima tahun harus melakukan evaluasi mayor. 

Ia juga mengundang baik dari regulator, dari Dikti, dari Asosiasi Profesi, Asosiasi Perguruan Tinggi dari Program Studi bersangkutan, dan User (pengguna-red), seperti Farmasi, pihak UNBI juga mengundang pihak Rumah Sakit, Apotik dan sebagainya.

 "Apa yang mereka inginkan Program Studi kita, dan kita sesuaikan dengan kemajuan jaman serta kebutuhan masyarakat", ujarnya. 

Dengan diwisudanya 212 orang pada hari ini, total alumnus UNBI kini sudah mencapai 414 orang, kata rektor. 

Sementara Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M. PD. CHT. CHA, menekankan kembali sesuai harapan rektor, yakni para wisudawan agar car terhadap almamater dan juga ikut mempromosikan keberadaan UNBI. 

Kata Gede Astina, pihaknya juga akan terus berupaya menambah berbagai pasilitas sesuai kebutuhan. Demikian pula terus berupaya meningkatkan kemampuan akademis para dosennya. 

Prosesi acara Sidang terbuka senat dlm rangka Wisuda ke-3 Universitas Bali Internasional di Nusa Dua Bali itu, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan  dengan menyuguhkan Tari kebesaran UNBI. "Tari Agrapana", yang ditarikan 9 orang perempuan dengan durasi sekitar 12 menit. 

Sedangkan Wisudawan Terbaik dari Fakultas Ilmu ilmu kesehatan, Prodi Manajemen Informasi kesehatan atas nama Ni Wayan Alik Suryani. S.MIK, IPK 3,96. Sementara dari Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora Prodi Psikologi atas nama Putu Cintya Dewi, S.Psi juga dengan IPK 3,96. (IBM).